Kamis, 21 Januari 2016

Hai NoNa..



Assalamualaikum nona, apa kabar (semoga kau sudi membalas salamku atau paling tidak engkau baca tulisan singkat ini )

Aku ingin sedikit bercerita, semoga kau menyimak 
Entah ini apa, aku masih saja terjerat dalam kekaguman dari yang kau ciptakan
Aku tak mampu bersembunyi, ataupun melepaskan diri

Nona, puisiku indahkah?
Atau menurutmu ini bukan puisi?
Aku kurang pandai dalam menulis sebuah puisi…
beda halnya denganmu..
Yang harus kau tau, kaulah alasanku menulis ini

Nona, sekarang kau dimana?
Engkau hilang dari pandangan…
Sudikah kau kiranya melihatku menanggung beratnya kekaguman ini
Atau sekedar mengalihkan pandangan untuk melihatku sembari berkata “iya”  (kejam sekali)

Nona …
Setiap kata – katamu selalu membuat otakku tercekat
Apalagi tulisan rayuanmu itu, yang kau mandatkan untuk kubaca diperantauanku..
Aku terkesima,….

Nona …
Aku terhipnotis, otakku tercuci bersih.
Mencoba membariskan dan merangkaikan wajah dalam imajinasi.
Namun itu sulit sekali, aku tak menemukan apapun.
Ada hijab besar yang membuatku sulit untuk menerka.

Nona …
Aku ingin membawamu ke negeri itu, dimana hanya ada kau dan aku…
Namun harapanku tenggelam diseberang, dan akan kusimpan dalam-dalam harapanku diseberang

Nona ..
Sekiranya cukup sampai disini puisiku
Aku bersungguh – sungguh dengan apa yang kutulis
sekarang aku mulai paham ada sesuatu yang mmenunnguku..
Semoga kau tetap bahagia dengan apa yang kau pilih, dan aku akan mencari kebahagianku dengan seseorang yang benar-benar mau berjuang bersamaku..

#JANGAN LUPA UNTUK SELALU BAHAGIA

1 komentar: