Sabtu, 13 Desember 2014

padahal aku hanya ingin dia, itu saja..

Yang tahu tentang  hakikatku ya hanyalah aku..tidak dia atau siapapun, Tapi aku..
Ada apa dengannya..?
Dia datang atas nama cinta, dan lalu pergi karena cinta
Ada apa dengannya..
Meniggalkan hati untuk dicaci..
Lalu pergi meninggalkanku dalam sunyi…
Aku lelah..dahagaku mulai berpasrah bahkan untuk mengatakan aku kalah..aku lemah..
Apa ini cinta..?
Bagaimana aku mengartikannya, lalu beranjak, menghentak mengatakan bahwa aku tidak kalah..
Padahal Aku hanya ingin dia, itu saja…….

Senin, 08 Desember 2014

lagu untukmu UNTA..



Intro: C,G,Am,Em,F G 2x

C          G                 Am     Em     F                 C           Dm           
Saat Pertama Kujumpa Dirimu Wajahmu, Senyummu, Menggoda

G
Merayu……

C                   G       Am     Em
Inginku Sampaikan Bahwa Kau Terindah..

F                    C                 Dm              G      
Namun Wajah Memerah Melanda Merabah..

F                             G
Kau Teridah Oh…..Oh…..

F          G                 C
Kau Terindah……Untukku……

part II
C                   G       Am     Em               F                 C
Saatku Tersipu Karna Keanggunanmu, Namun Kau Slalu Berpaling

Dm                G
Menjauh Diriku….

F                             G
Kau Terindah..Oh..Oh..

F          G
Kau Terindah…..

Chorus/reff
C                       G        Am                       Em
Oh Desta..Oh Desta I Love You, I Love You….

F                   C                 Dm     G
Aku Cintamu Padamu Seumur Hidupku..

C                   G       Am              Em
Oh Desta..Oh Desta I Miss You, I Miss You..

F                   C                 Dm       G
Aku Rindu Padamu Tlah Menggebu-Gebu…….

Kembali ke part II..hehe.

Rabu, 19 November 2014

ayoo..MOVE ON...!!



Assalammualaikum wr.wb para sahabat seperjuangan, sebangsa dan setanah air yang berjuang dijalan Allah SWT…
Melihat pada judul besar diatas, kita ketahui bahwasannya untuk move on Setiap orang pernah merasakan masa-masa kelam dan buruknya perjalanan kehidupan dimasa lalu hingga sampai pada saat sekarang (hari ini), atau yang biasa kita kenal dengan jaman jahiliyah. Kebanyakan dari diri kita sendiri hanya memikirkan materi dan nafsu ambisi berlebihan dalam dunia ini. Padahal Allah SWT telah menjanjikan dan memberikan banyak hal untuk kita. Sementara rasa syukur kita terhadapnya sirna. Dan Fenomena-fenomena tersebut Banyak sekali hal-hal yang melatarbelakanginya.
Nah untuk para sahabat seperjuangan dijalan islam, ayo bangkit..!!, tiada kata terlambat untuk kita bergerak kembali bersimpuh dan memohon ampunan maaf kepada Allah SWT, dan tentunya dengan niat bersungguh-sungguh karena ingin mendapat keridhoan dari Allah SWT. Sungguh Allah SWT lebih penyayang terhadap hamba-hambanya daripada seorang ibu terhadap anak bayinya (HR Bhukaridan Muslim)
Untuk memaafkan umatnya, bahkan Allah telah menjajikan kepada umatnya mengenai 7 golongan yang akan mendapat naungan pada hari kiamat; dari abu hurairah raddhiyallahu’anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam Bersabda tujuh golongan orang yang akan mendapat naungannya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungannya, yaitu: pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan sholat berjamaah didalamnya).
Dua orang yang saling mengasihi dijalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk berzina), tapi ia mengatakan: aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah lalu dia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakan oleh tangan kanannya dan seseorang yang berzikir (mengingat), Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya. (Hadist Riwayat Bhukari Dan Muslim). SubhanAllah sungguh besar karunia yang diberikan Allah kepada kita hambanya, Semoga ALLah selalu meridhoi setiap perubahan dan jalan yang kita pilih..(Allahummaamin)
Wassalammualaikum wr..wb 

mohon kritik dan sarannya, baru sebatas design tulisan.

Jumat, 07 November 2014

travel stories heartwarming at belitang sp II


Kisah ini bermula dari ajakan seorang teman, dan teman saya itu bernama heri kurniawan.
Awal mula dengan rute perjalanan simpang pinoh, sepaok, sungai ayak, dan tempat tujuan utama adalah belitang tengah tepatnya di sp II,dalam perjalanan panjang mengharukan ini banyak hal2 baru yang saya temukan, baik itu bukit,tambang emas, sawit dan jalanan berlobang menghantui setiap gerak-gerik perjalanan kami.
Dan katanya hanya butuh waktu tempuh 5 menit perjalanan dari sp II kekampung halamannya si do’I (rizki desta utami)
Kira-kira tepat pukul 14;05, kami sudah berada dekat dengan tempat tujuan kami, Sesampainya  ketempat tujuan (lapangan bola), saya mulai bersiap diri memasang segala perlengkapan bertanding, dari baju, celana, kaus kaki,dan sepatu bola. Dan kebetulan no punggung 15 saya kenakan dengan rasa bahagia dan bangga pada hari itu.
Debu lapangan dan teriknya panas matahari mulai perlahan-lahan menampakkan dirinya, wasitpun mulai turun dari bangku tempat duduknya untuk memulai pertandingan. Pada awal-awal pemanasan Saya hampir merasa prustasi karena harus memperkuat tim yang jauh kualitasnya dibandingkan tim lawan, sementara kulitas tim lawan jauh diatas kami.
Kick off pertama dilakukan tim lawan, dengan hasil kacamata pada babak pertama. Dan babak kedua juga imbang dengan skor akhir masih 0-0. Wasitpun menunjuk penalty sebagai penentuan terakhir bagi tim kami dan tim lawan.
Pada saat adu penalty, kami unggul lebih dulu dengan mencetak 2 goal, sementara tim lawan tidak ada satupun penendangnya yang memasukan bola kejaring gawang kami. Dan tiba kepada penendang yang ketiga dan saya sendiri yang akan mengeksekusikannya, dengan banyaknya tekanan dari penonton dan  tim, terasa membebani saat melangkah menuju titik putih, langkah kaki kipar yang terkecoh bola tepat bersarang disudut kanan gawang. dan Alhamdulillah saya juga ikut menyumbang satu goal untuk menambah keunggulan tim kami dengan cellebrasi kebahagian saya luapkan dengan mencium gelang kenangan kami (22 januari 2013), gelang yang selalu saya sampaikan kepada seseorang bahwa gelang ini akan selalu saya pakai disetiap pertandingan.
Dengan rasa haru-biru kami menang unggul dengan skor akhir 4-0,dan sementara anggota tim merayakan kemenangan, saya sendiri berjalan kearah bangku penonton dan sambil mebayangkan seseorang yang dulu selalu hadir dan selalu memberi support kepada saya, tau dan menonton langsung pertandigan perdana yang saya lakoni didaerahnya sendiri.
(Allah memang selalu mengabulkan doa dan cita-cita hambanya.)
Selepas selesai pertandingan, kami berduapun langsung bergegas pulang. Tapi tiba-tiba suara gemuruh angin, petir, dan Guntur mulai saling bersahutan seakan ingin mengatakan jangan pergi dari daerah ini, tetaplah disini dan jangan pergi. Hujanpun turun membasahi kami berdua dari jalanan sepaok hingga sampai kesintang.
Dengan badai hujan yang begitu hebatnya kami hadapi, tak peduli dingin ataupun jalanan yang sangat licin.
(dinginnya badan pada waktu itu tak sebanding dengan dinginnya hatiku saat itu)
Untuk heri kurniawan, terimaksih kawan engkau telah memperkenalakanku dengan belitang tengah, setidaknya aku tau bagaimana kondisi masyarakatnya dan segala hal yang berada disitu. Dan Mungkin ini perjalananan perdana sekaligus terkahir bagiku.
Semuanya terasa mengharukan dan sekaligus membanggakan.

1 minggu/2 hari merindu..|