Assalamualaikum nona, apa
kabar (semoga kau sudi membalas salamku atau paling tidak engkau
baca tulisan singkat ini )
Aku ingin sedikit
bercerita, semoga kau menyimak
Entah ini apa, aku masih
saja terjerat dalam kekaguman dari yang
kau ciptakan
Aku tak mampu bersembunyi, ataupun
melepaskan diri
Nona, puisiku indahkah?
Atau menurutmu ini bukan
puisi?
Aku kurang pandai dalam menulis sebuah puisi…
beda halnya denganmu..
Yang harus kau tau, kaulah
alasanku menulis ini
Nona, sekarang kau dimana?
Engkau hilang dari pandangan…
Sudikah kau kiranya
melihatku menanggung beratnya kekaguman ini
Atau sekedar mengalihkan
pandangan untuk melihatku sembari berkata “iya” (kejam sekali)
Nona …
Setiap kata – katamu selalu
membuat otakku tercekat
Apalagi tulisan rayuanmu itu, yang kau mandatkan
untuk kubaca diperantauanku..
Aku terkesima,….
Nona …
Aku terhipnotis, otakku
tercuci bersih.
Mencoba membariskan dan
merangkaikan wajah dalam imajinasi.
Namun itu sulit sekali, aku
tak menemukan apapun.
Ada hijab besar yang
membuatku sulit untuk menerka.
Nona …
Aku ingin membawamu ke
negeri itu, dimana hanya ada kau dan aku…
Namun harapanku tenggelam diseberang, dan akan
kusimpan dalam-dalam harapanku diseberang
Nona ..
Sekiranya cukup sampai
disini puisiku
Aku bersungguh – sungguh
dengan apa yang kutulis
sekarang aku mulai paham ada sesuatu yang mmenunnguku..
Semoga kau tetap
bahagia dengan apa yang kau pilih, dan aku akan mencari kebahagianku dengan seseorang yang benar-benar mau berjuang bersamaku..
#JANGAN LUPA UNTUK SELALU BAHAGIA