Kamis, 24 September 2020

Akses jalan rusak parah, warga Desa Sungai Sampak gotong royong tandu warga yang sedang sakit hingga sampai kepuskesmas kecamatan.


Tutur Gedong,S.pd sebagai kepala wilayah didesa sungai sampak kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, saat tiba di pusat kecamatan, ibu Ratena yang yang sedang sakit parah itu kemudian dirujuk ke RSUD Melawi untuk menjalani pemulihan yang lebih baik. Ia mengakui, hal ini sudah sering mereka lakukan, jika ada warga yang sakit dan harus mendapatkan pertolongan di puskesmas ataupun rumah sakit. "Kalau jalan kering kendaraan masih bisa lewat itupun hanya kendaraan Roda dua, tapi jika musim hujan tidak ada kendaraan yang bisa lewat karena lumpurnya dalam dan kondisi jalan memang parah. Kita harus ekstra hati-hati melewatinya," ujar Gedong, S.pd Gedong, S.Pd mengungkapkan, kondisi jalan itu sudah sangat lama tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Bahkan, masyarakat selalu secara swadaya membuat jalan penghubung dan memperbaiki ke jalan utama. "Saat ini, jalan itu tak lagi bisa di lalui. Harapan kami pemerintah daerah sebagai penanggung jawab akses antardesa bisa melihat realita ini, sehingga ada perhatian," tutup Gedong, S.Pd

Selasa, 31 Mei 2016

Masih Normal kah..?


Sekarang waktu menjadi langka...
Ku biarkan kau sampai membekukan ku
Atau sampai menggurui diriku..

Bertubi…
Banyak terselip kamu
Menggilas nadi..
Sukar di terka..
Sekelebat pertanyaanku dikira logika abstrak tampa jawaban..

AHH aku berusaha enyahkan..
Tapi nampak semakin jelas..
Lalu bagaimana?
Semuanya semakin ABSURD..!!
Aku mau cukup tapi malah bertekuk lutut

Aku membodohi diri.!!

Kamis, 07 April 2016

Kau bagian dari Aprilku...




Kemarilah Nona ..
Ku ingin sekali kau bercerita mengalir seperti tulisanmu..
Mulailah Nona ..
Sampaikan bersama alunan nada yang biasa kau dengar
Dengarkan Nona, akun jatuh cinta kesekian kalinya padamu..
Nikmatilah Nona, dengan senja yang tak lama bertamu ini
Dengarkanlah kembali Nona ..
Di sini ada sajak klasik layak mewakili bahasa semumu yang terkadang
tak dimengerti oleh ku
Mungkin begini, Nona ..
Hanya nyanyian senja boleh paham kita berdua
Ingat Nona, akupun masih menunggu sore menuju tapak senjamu..







Kamis, 21 Januari 2016

Hai NoNa..



Assalamualaikum nona, apa kabar (semoga kau sudi membalas salamku atau paling tidak engkau baca tulisan singkat ini )

Aku ingin sedikit bercerita, semoga kau menyimak 
Entah ini apa, aku masih saja terjerat dalam kekaguman dari yang kau ciptakan
Aku tak mampu bersembunyi, ataupun melepaskan diri

Nona, puisiku indahkah?
Atau menurutmu ini bukan puisi?
Aku kurang pandai dalam menulis sebuah puisi…
beda halnya denganmu..
Yang harus kau tau, kaulah alasanku menulis ini

Nona, sekarang kau dimana?
Engkau hilang dari pandangan…
Sudikah kau kiranya melihatku menanggung beratnya kekaguman ini
Atau sekedar mengalihkan pandangan untuk melihatku sembari berkata “iya”  (kejam sekali)

Nona …
Setiap kata – katamu selalu membuat otakku tercekat
Apalagi tulisan rayuanmu itu, yang kau mandatkan untuk kubaca diperantauanku..
Aku terkesima,….

Nona …
Aku terhipnotis, otakku tercuci bersih.
Mencoba membariskan dan merangkaikan wajah dalam imajinasi.
Namun itu sulit sekali, aku tak menemukan apapun.
Ada hijab besar yang membuatku sulit untuk menerka.

Nona …
Aku ingin membawamu ke negeri itu, dimana hanya ada kau dan aku…
Namun harapanku tenggelam diseberang, dan akan kusimpan dalam-dalam harapanku diseberang

Nona ..
Sekiranya cukup sampai disini puisiku
Aku bersungguh – sungguh dengan apa yang kutulis
sekarang aku mulai paham ada sesuatu yang mmenunnguku..
Semoga kau tetap bahagia dengan apa yang kau pilih, dan aku akan mencari kebahagianku dengan seseorang yang benar-benar mau berjuang bersamaku..

#JANGAN LUPA UNTUK SELALU BAHAGIA

Kamis, 23 April 2015

Aku, kau dan tentang kita (akhir aprilku)

Tulisan ini dirangkum menjadi seperti ini, adalah buah hasil dari kebanyakan setiap kekosongan yang aku lalui yang seketika muncul menghujam dan lalu hilang, dan untuk para saudara/i (akhi dan ukhti) yang membaca tulisan ini,semoga tulisannya dapat bermamfaat terutama untuk keistiqomahan kita dan perjuangan kita untuk mendapatkan cinta yang benar-benar hakiki yaitu cinta kepada Allah SWT. (Allahummamin..) 

Aku duduk termenung diruang rindu hatiku sembari terlintas difikiran dan hati ini tentang sebuah perasaan rindu yang tak terbendung dan tak kan mungkin mampu aku bendung. Sesekali aku menatap wajahmu dalam sketsa abstrak yang tercipta dalam fikiranku untuk sejenak mampu meredam rasa rindu yang kalut dalam diri ini, fikirku!!.. namun aku tersadar dari lamunan panjang dan menepis desiran rindu yang baru saja kurasakan, seakan ada yang memberontak dari dalam hati seraya berkata, “jangan lakukan itu!!, dia bukan kekasih halalmu dan belum tentu akan jadi kekasih halalmu sehingga engkau tidak pantas untuk menaruh rindu yang mendalam seperti itu!! Karena hal itu hanya akan menambah dosamu”. Aku tersadar, benar tersadar namun hanya sementara karena sebagai seorang pemuda yang sedang dilanda cinta dan rindu, sesekali gejolak perasaan itu terasa menghujam didada hingga rasanya diri ini berada dalam kontrol perasaan tersebut. Aku merasa bukan dirku lagi, diriku dirangkul kegelapan cinta dalam kesadaranku namun aku tak mampu berbuat apa-apa, ditambah lagi syaithon dengan cerdiknya menundukkanku dengan kenangan-kenangan indah masa lalu yang kulalui bersama. Kebersamaan masa lalu yang cukup singkat jika difikirkan namun amat teramat sangat panjang jika harus dikenang. Masa-masa indah bersama melalui hari dengan penuh cinta membuat hari-hari penuh warna, sungguh indah rasanya berada dalam dekapan cinta dan saling memadu kasih. Tak hayal perasaan senang dan bahagia muncul begitu saja dalam hati karena perhatian cinta yang begitu indah, indahnya cinta karena “ada yang memperhatikan , ada yang mengingatkan, ada yang menegur, ada yang menasehati, ada yang menemani dalam menjalani setiap hari yang silih berganti”, itu fikirku!!.. cinta ini pun menjadi sangat terasa indah karena dia adalah sosok wanita soleha yang benar-benar aku dambakan dan merupakan wanita pertama yang hadir dan mampu menggoncang dalam relung hati ini dan dengan sontak kubuat janji, dalam diriku sendiri bahwa akan kujadikan dia wanita yang terakhir dalam hidupku dalam artian “aku ingin menikah dengannya” agar cinta ini tetap terjaga dan kekal abadi”. Tak cukup hanya sebuah janji, aku pun berusaha dan berupaya untuk mewujudkannya karena saat itu yang terlintas dalam fikiranku hanyalah pernikahan namun semua itu terbantahkan ketika melihat diriku belum menjadi apa-apa dan belum bisa berbuat apa-apa. Aku pun berfikir untuk tetap melanjutkan hubungan yang tak sepantasanya terjalin ini yakni “PACARAN”, karena cinta yang begitu bergejolak dihati maka aku pun mengabaikan larangan-larangan islam tentang ‘pacaran’ dan dengan beraninya aku berdalih untuk menghalalkan ‘pacaran’, mengeluarkan seribu alasan agar dia mau melanjutkan hubungan ini sampai kelak kami siap untuk menikah. tak segan-segan aku menamai hubungan ini dengan sebutan ‘pacaran islami’, sebuah hubungan perkenalan sebelum menuju kepernikahan dengan menciptakan ‘gaya’ pacaran yang berbeda pada umumnya yakni segala sesuatunya tak lepas dari kata dan perbuatan yang penuh hikmah. Dalam benakku, aku telah tau bahwa tak ada ‘pacaran’ dalam islam terlebih yang namanya ‘pacaran islami’ karena yang namanya maksiat tetap saja maksiat namun semuanya bagaikan hanya angin lalu yang terlintas begitu saja karena diri ini sudah terkontaminasi oleh ‘Virus Merah Jambu’. Terbuai virus merah jambu, dengan congkaknya aku membantah seluruh larangan islam tentang pacaran dan dengan beraninya aku mengeluarkan fatwa diperbolehkannya pacaran sehingga menghampus dalil dan menggantinya dengan dalih yang tercipta dari hasil pemikiranku. Hari demi hari terus berlalu dengan hubungan yang semakin dekat dan erat, hingga tiba suatu hari dia memutuskan untuk mengikut ‘tarbiyah islami’. Aku tak berfikir jauh bahwa dalam tarbiyah, suatu saat nanti pasti akan tersampaikan materi tentang cinta dan larangan pacaran. Aku hanya berfikir agar dia mendapat banyak pengetahuan tentang agama islam jauh lebih dalam dari berbagai sumber. Aku hanya berfikir agar dia memiliki bekal pengetahuan agama islam agar mampu menasehatiku ketika salah dan menyalahkan. Namun apa daya sebuah kemaksiatan tidak akan mampu ditutupi terlalu lama, sebuah kebathilan tentu tidaklah sejalan dengan sebuah kebenaran hingga akhirnya dia berdiskusi denganku untuk mengakhiri hubungan ini dengan menunjukkan dalil dari Al-Qur’an dan Hadist tentang ‘larangan pacaran’. dan hanya dengan kata "MAAF ya cu" itu darinya, Aku sontak terbungkam, diam, kaku, pilu dan tak mampu berbuat apa-apa, hatiku tergetar hingga tak terasa meneteskan butir-butir air mata tapi dalam fikiran serasa ada raungan, bisikan untuk mengelak dari kebenaran itu. Aku tersadar bahwa syaithon kembali membisikkan sesuatu yang menggerogoti fikiranku hingga aku kembali berdalih dengan dalih yang sangat rapuh hingga tak mampu mengelak dari kenyataan yang Nampak dihadapanku. Hari berlalu begitu saja tanpa dirinya lagi disisiku, sedih menghujam perasaan ini dan juga dilanda ombak rindu dalam lautan kegalauan. bahkan untuk satu kali pandangan saja aku tak mampu, begitu besar gejolak dan goncangan yang seketika menghujam diri ini dari dalam “aku tak boleh bersedih, karena hal ini adalah sebuah hidayah untuk kami berdua sehingga terlepas dari bayangan kegelapan cinta pacaran”, kataku dalam hati. “perpisahan ini adalah pokok awal dari sebuah pertemuan kami kelak”, aku yakin akan hal ini dan aku bangkit dari keterpurukan kesedihan. Aku menemukan kembali diriku yang telah hilang dirangkul kegelapan selama ini, aku berinisiatif untuk kembali aktif dalam setiap kegiatan-kegiatan positif untuk memperbaiki kesalahan-keasalahan masa laluku dan juga untuk menambahkan ilmu pengetahuan tentang islam agar aku tak lagi kembali berdalih kosong yang tak berarti. Dan saat ini aku percaya bahwa jodoh itu adalah cerminan diri “laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik dan wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik pula” karena “janji ALLAH itu PASTI!!!” dan “cukuplah ALLAH menjadi Saksi bagiku”.

Sabtu, 13 Desember 2014

padahal aku hanya ingin dia, itu saja..

Yang tahu tentang  hakikatku ya hanyalah aku..tidak dia atau siapapun, Tapi aku..
Ada apa dengannya..?
Dia datang atas nama cinta, dan lalu pergi karena cinta
Ada apa dengannya..
Meniggalkan hati untuk dicaci..
Lalu pergi meninggalkanku dalam sunyi…
Aku lelah..dahagaku mulai berpasrah bahkan untuk mengatakan aku kalah..aku lemah..
Apa ini cinta..?
Bagaimana aku mengartikannya, lalu beranjak, menghentak mengatakan bahwa aku tidak kalah..
Padahal Aku hanya ingin dia, itu saja…….