Tutur Gedong,S.pd sebagai kepala wilayah didesa sungai sampak kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, saat tiba di pusat kecamatan, ibu Ratena yang yang sedang sakit parah itu kemudian dirujuk ke RSUD Melawi untuk menjalani pemulihan yang lebih baik. Ia mengakui, hal ini sudah sering mereka lakukan, jika ada warga yang sakit dan harus mendapatkan pertolongan di puskesmas ataupun rumah sakit. "Kalau jalan kering kendaraan masih bisa lewat itupun hanya kendaraan Roda dua, tapi jika musim hujan tidak ada kendaraan yang bisa lewat karena lumpurnya dalam dan kondisi jalan memang parah. Kita harus ekstra hati-hati melewatinya," ujar Gedong, S.pd Gedong, S.Pd mengungkapkan, kondisi jalan itu sudah sangat lama tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Bahkan, masyarakat selalu secara swadaya membuat jalan penghubung dan memperbaiki ke jalan utama. "Saat ini, jalan itu tak lagi bisa di lalui. Harapan kami pemerintah daerah sebagai penanggung jawab akses antardesa bisa melihat realita ini, sehingga ada perhatian," tutup Gedong, S.Pd
Kamis, 24 September 2020
Akses jalan rusak parah, warga Desa Sungai Sampak gotong royong tandu warga yang sedang sakit hingga sampai kepuskesmas kecamatan.
Tutur Gedong,S.pd sebagai kepala wilayah didesa sungai sampak kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, saat tiba di pusat kecamatan, ibu Ratena yang yang sedang sakit parah itu kemudian dirujuk ke RSUD Melawi untuk menjalani pemulihan yang lebih baik. Ia mengakui, hal ini sudah sering mereka lakukan, jika ada warga yang sakit dan harus mendapatkan pertolongan di puskesmas ataupun rumah sakit. "Kalau jalan kering kendaraan masih bisa lewat itupun hanya kendaraan Roda dua, tapi jika musim hujan tidak ada kendaraan yang bisa lewat karena lumpurnya dalam dan kondisi jalan memang parah. Kita harus ekstra hati-hati melewatinya," ujar Gedong, S.pd Gedong, S.Pd mengungkapkan, kondisi jalan itu sudah sangat lama tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Bahkan, masyarakat selalu secara swadaya membuat jalan penghubung dan memperbaiki ke jalan utama. "Saat ini, jalan itu tak lagi bisa di lalui. Harapan kami pemerintah daerah sebagai penanggung jawab akses antardesa bisa melihat realita ini, sehingga ada perhatian," tutup Gedong, S.Pd
Langganan:
Postingan (Atom)
