Jumat, 07 November 2014

travel stories heartwarming at belitang sp II


Kisah ini bermula dari ajakan seorang teman, dan teman saya itu bernama heri kurniawan.
Awal mula dengan rute perjalanan simpang pinoh, sepaok, sungai ayak, dan tempat tujuan utama adalah belitang tengah tepatnya di sp II,dalam perjalanan panjang mengharukan ini banyak hal2 baru yang saya temukan, baik itu bukit,tambang emas, sawit dan jalanan berlobang menghantui setiap gerak-gerik perjalanan kami.
Dan katanya hanya butuh waktu tempuh 5 menit perjalanan dari sp II kekampung halamannya si do’I (rizki desta utami)
Kira-kira tepat pukul 14;05, kami sudah berada dekat dengan tempat tujuan kami, Sesampainya  ketempat tujuan (lapangan bola), saya mulai bersiap diri memasang segala perlengkapan bertanding, dari baju, celana, kaus kaki,dan sepatu bola. Dan kebetulan no punggung 15 saya kenakan dengan rasa bahagia dan bangga pada hari itu.
Debu lapangan dan teriknya panas matahari mulai perlahan-lahan menampakkan dirinya, wasitpun mulai turun dari bangku tempat duduknya untuk memulai pertandingan. Pada awal-awal pemanasan Saya hampir merasa prustasi karena harus memperkuat tim yang jauh kualitasnya dibandingkan tim lawan, sementara kulitas tim lawan jauh diatas kami.
Kick off pertama dilakukan tim lawan, dengan hasil kacamata pada babak pertama. Dan babak kedua juga imbang dengan skor akhir masih 0-0. Wasitpun menunjuk penalty sebagai penentuan terakhir bagi tim kami dan tim lawan.
Pada saat adu penalty, kami unggul lebih dulu dengan mencetak 2 goal, sementara tim lawan tidak ada satupun penendangnya yang memasukan bola kejaring gawang kami. Dan tiba kepada penendang yang ketiga dan saya sendiri yang akan mengeksekusikannya, dengan banyaknya tekanan dari penonton dan  tim, terasa membebani saat melangkah menuju titik putih, langkah kaki kipar yang terkecoh bola tepat bersarang disudut kanan gawang. dan Alhamdulillah saya juga ikut menyumbang satu goal untuk menambah keunggulan tim kami dengan cellebrasi kebahagian saya luapkan dengan mencium gelang kenangan kami (22 januari 2013), gelang yang selalu saya sampaikan kepada seseorang bahwa gelang ini akan selalu saya pakai disetiap pertandingan.
Dengan rasa haru-biru kami menang unggul dengan skor akhir 4-0,dan sementara anggota tim merayakan kemenangan, saya sendiri berjalan kearah bangku penonton dan sambil mebayangkan seseorang yang dulu selalu hadir dan selalu memberi support kepada saya, tau dan menonton langsung pertandigan perdana yang saya lakoni didaerahnya sendiri.
(Allah memang selalu mengabulkan doa dan cita-cita hambanya.)
Selepas selesai pertandingan, kami berduapun langsung bergegas pulang. Tapi tiba-tiba suara gemuruh angin, petir, dan Guntur mulai saling bersahutan seakan ingin mengatakan jangan pergi dari daerah ini, tetaplah disini dan jangan pergi. Hujanpun turun membasahi kami berdua dari jalanan sepaok hingga sampai kesintang.
Dengan badai hujan yang begitu hebatnya kami hadapi, tak peduli dingin ataupun jalanan yang sangat licin.
(dinginnya badan pada waktu itu tak sebanding dengan dinginnya hatiku saat itu)
Untuk heri kurniawan, terimaksih kawan engkau telah memperkenalakanku dengan belitang tengah, setidaknya aku tau bagaimana kondisi masyarakatnya dan segala hal yang berada disitu. Dan Mungkin ini perjalananan perdana sekaligus terkahir bagiku.
Semuanya terasa mengharukan dan sekaligus membanggakan.

1 minggu/2 hari merindu..|

Tidak ada komentar:

Posting Komentar