Kisah ini bermula dari ajakan
seorang teman, dan teman saya itu bernama heri kurniawan.
Awal mula dengan rute perjalanan
simpang pinoh, sepaok, sungai ayak, dan tempat tujuan utama adalah belitang
tengah tepatnya di sp II,dalam perjalanan panjang mengharukan ini banyak hal2
baru yang saya temukan, baik itu bukit,tambang emas, sawit dan jalanan
berlobang menghantui setiap gerak-gerik perjalanan kami.
Dan katanya hanya butuh waktu
tempuh 5 menit perjalanan dari sp II kekampung halamannya si do’I (rizki desta
utami)
Kira-kira tepat pukul 14;05, kami
sudah berada dekat dengan tempat tujuan kami, Sesampainya ketempat tujuan (lapangan bola), saya mulai bersiap
diri memasang segala perlengkapan bertanding, dari baju, celana, kaus kaki,dan
sepatu bola. Dan kebetulan no punggung 15 saya kenakan dengan rasa bahagia dan
bangga pada hari itu.
Debu lapangan dan teriknya panas
matahari mulai perlahan-lahan menampakkan dirinya, wasitpun mulai turun dari
bangku tempat duduknya untuk memulai pertandingan. Pada awal-awal pemanasan
Saya hampir merasa prustasi karena harus memperkuat tim yang jauh kualitasnya
dibandingkan tim lawan, sementara kulitas tim lawan jauh diatas kami.
Kick off pertama dilakukan tim
lawan, dengan hasil kacamata pada babak pertama. Dan babak kedua juga imbang
dengan skor akhir masih 0-0. Wasitpun menunjuk penalty sebagai penentuan
terakhir bagi tim kami dan tim lawan.
Pada saat adu penalty, kami
unggul lebih dulu dengan mencetak 2 goal, sementara tim lawan tidak ada satupun
penendangnya yang memasukan bola kejaring gawang kami. Dan tiba kepada
penendang yang ketiga dan saya sendiri yang akan mengeksekusikannya, dengan
banyaknya tekanan dari penonton dan tim,
terasa membebani saat melangkah menuju titik putih, langkah kaki kipar yang
terkecoh bola tepat bersarang disudut kanan gawang. dan Alhamdulillah saya juga
ikut menyumbang satu goal untuk menambah keunggulan tim kami dengan cellebrasi
kebahagian saya luapkan dengan mencium gelang kenangan kami (22 januari 2013),
gelang yang selalu saya sampaikan kepada seseorang bahwa gelang ini akan selalu
saya pakai disetiap pertandingan.
Dengan rasa haru-biru kami menang
unggul dengan skor akhir 4-0,dan sementara anggota tim merayakan kemenangan,
saya sendiri berjalan kearah bangku penonton dan sambil mebayangkan seseorang
yang dulu selalu hadir dan selalu memberi support kepada saya, tau dan menonton
langsung pertandigan perdana yang saya lakoni didaerahnya sendiri.
(Allah memang selalu mengabulkan
doa dan cita-cita hambanya.)
Selepas selesai pertandingan,
kami berduapun langsung bergegas pulang. Tapi tiba-tiba suara gemuruh angin,
petir, dan Guntur mulai saling bersahutan seakan ingin mengatakan jangan pergi
dari daerah ini, tetaplah disini dan jangan pergi. Hujanpun turun membasahi
kami berdua dari jalanan sepaok hingga sampai kesintang.
Dengan badai hujan yang begitu
hebatnya kami hadapi, tak peduli dingin ataupun jalanan yang sangat licin.
(dinginnya badan pada waktu itu
tak sebanding dengan dinginnya hatiku saat itu)
Untuk heri kurniawan, terimaksih
kawan engkau telah memperkenalakanku dengan belitang tengah, setidaknya aku tau
bagaimana kondisi masyarakatnya dan segala hal yang berada disitu. Dan Mungkin
ini perjalananan perdana sekaligus terkahir bagiku.
Semuanya terasa mengharukan dan
sekaligus membanggakan.
1 minggu/2 hari merindu..|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar